penyebab iritasi mata

Apa Saja Penyebab Iritasi Mata yang Bisa Dihindari?

Iritasi mata adalah salah satu sakit mata yang menyebabkan penglihatan terganggu. Penyebab iritasi mata pun banyak, dengan kita mengetahui penyebab terjadinya iritasi tentu kita bisa melakukan langkah efektif untuk mengobatinya.

Umumnya kalau seseorang mempunyai masalah iritasi mata, maka akan ada tanda-tanda yang bisa kamu kenali. Diantaranya mata yang gatal, mata merah, berair, kemampuan melihat menurun, bahkan pada beberapa kondisi membuat mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya yang masuk.

Penyebab-Penyebab Iritasi Mata yang Mengganggu Aktivitas

Mulai dari anak-anak hingga dewasa sudah pasti setiap harinya punya segudang aktivitas yang harus dilakukan. Untuk menjalankan aktivitas tersebut tentu saja tidak lepas dari pengamatan atau melihat yang melibatkan organ mata. Jika mata mengalami iritasi maka kamu harus mengenal penyebabnya agar bisa melakukan langkah pengobatan yang tepat, diantaranya:

  • Paparan Iritan

Iritan sangat banyak macamnya, tetapi yang paling umum adalah asap, partikel debu dan uap zat kimia. Jika kamu terpapar maka akan muncul gejala mata iritasi seperti yang sudah disebutkan di atas. Langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi iritasi ini adalah dengan membersihkan mata atau membilas mata dengan menggunakan air suhu ruangan. Paling tidak lakukanlah dalam 15-20 menit.

Jika hal ini tidak kamu lakukan maka akan berpotensi besar mata mengalami kerusakan permanen. Apabila pertolongan pertama yang kamu lakukan tidak mengurangi rasa sakit yang kamu rasakan maka segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter mata.

  • Benda Asing Masuk Mata

Berikutnya benda asing yang masuk mata juga bisa memicu iritasi pada mata. Benda asing yang dimaksud bisa berbentuk serpihan kaca ataupun bulu mata. Untuk meredakan rasa sakitnya kamu harus mengeluarkan benda asing tersebut dari mata.

Biasanya kalau sekedar bulu mat akita sendiri pasti bisa mengeluarkannya. Sedangkan jika itu adalah serpihan kaca maka ada baiknya kamu langsung bawa saja ke UGD untuk mendapatkan perawatan yang lebih steril. Biasanya juga dokter akan meresepkan antibiotik guna mencegah agar infeksi tidak terjadi.

  • Lama Menggunakan Benda Digital

Penggunakan benda digital yang terlalu lama bisa memicu sindrom penglihatan komputer. Penyebab iritasi mat aini akan membuat mata kering, sakit kepala, leher nyeri dan bahu sakit. Meskipun sakitnya bersifat sementara tetapi bisa berefek lebih serius jika terus menerus kamu lakukan.

Oleh karena itu jika kamu bekerja selama 20 menit maka setelahnya kamu harus istirahat selama 20 detik. Yaitu dengan melihat objek yang berjarak 6 meteran. Dengan begitu mata akan lebih rileks dan kamu juga harus memastikan bahwa selama melihat benda digital kamu sering berkedip untuk melumasi mata.

  • Infeksi

Infeksi bisa terjadi karena jamu, bakteri maupun virus. Saat terinfeksi maka selain mata merah, kotoran mata atau belek akan keluar secara berlebihan. Segeralah periksa ke dokter untuk mendapatkan resep mengatasi iritasi mata. Karena jika tidak iritasi mata akan berlangsung lebih lama yaitu lebih dari 2 minggu. Tentu hal ini akan sangat mengganggu aktivitasmu, mengingat selama infeksi kamu harus mengisolasi diri untuk mencegah penularan.

  • Bintil

Bintil di dekat mata juga bisa menjadi penyebab iritasi mata. Yang harus kamu lakukan dengan tidak menguceknya, kompres dengan air hangat dan jaga kebersihan. Sebagai pelengkap kamu juga bisa meminum antibiotik atau melakukan operasi kecil untuk membersihkan mata dari nanah.

  • Tersumbatnya Saluran Air Mata

Saluran air mata yang tersumbut menyebabkan air mata tidak mempunyai aliran yang benar. Sehingga memicu iritasi mata, gejala yang muncul biasanya pengerasan kulit di kelopak mata, nyeri di sudut mata, dan infeksi mata yang berulang.

Solusinya adalah dengan pelebaran saluran air mata sehingga nantinya air mata bisa mengalir.

Bagaimana? Sudah paham kan berbagai penyebab iritasi mata yang harus kamu waspadai. Jika sudah maka lakukan langkah pencegahan agar iritasi mata tidak terjadi secara terus menerus.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *